Di Balik Kelir dan Kalam : Pendidikan Islam dalam Falsafah Pewayangan adalah sebuah karya reflektif yang mengajak pembaca menelusuri pertemuan antara budaya dan wahyu, antara bayangan dan cahaya, antara tradisi dan nilai-nilai islam. Melalui pendekatan naratif yang hangat dan konyemplatif, buku ini membaca ulang pewayangan bukan sekadar sebagai seni pertunjukan, tetapi sebagai cermin perjalanan jiwa manusia. Lakon-lakon wayang dipahami sebagai simbol pergulatan batin: tentang kebaikan dan keburukan, amanah dan pengkhianatan, kesabaran dan ambisi, iman dan nafs.
Penulis mengajak, pembaca merenungkan bahwa kehidupan tak ubahnya panggung pertunjukan. Kita adalah lakon yang bergerak di balik kelir dunia. Namun tanpa Kalam ilahi sebagai penuntun, perjalanan itu mudah kehilangan arah. Dengan bahasa yang puitis namun tetap reflektif, buku ini menghadirkan kembali nilai-nilai pendidikan Islam melalui simbol-simbol pewayangan menunjukkan bahwa dakwah dan pendidikan tidak selalu hadir dalam bentuk ceramah, tetapi juga dalam kisah, budaya, dan kearifan lokal.
Buku ini cocok bagi pembaca umum, pendidik, pemerhati budaya, serta siapa pun yang ingin menemukan makna kehidupan melalui lensa yang berbeda: lensa yang mempertemukan kelir dan kalam. Karena pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang memainkan peran-tetapi tentang memahami makna sebelum layar ditutup.
Penulis : Gemuh Syamsuddin
Editor : Binti Wasunah
Jumlah Halaman : xvi + 135 hlm
Ukuran : 14,8 x 21 cm









