Indonesia lahir sebagai bangsa bahari. Laut bukan sekadar bentang geografis yang memisahkan pulau-pulau, melainkan ruang peradaban yang sejak dahulu menyatukan Nusantara dalam jejaring perdagangan, budaya, dan kekuasaan. Namun, dalam perjalanan sejarah modern, orientasi pembangunan yang cenderung darat-sentris membuat identitas maritim bangsa perlahan memudar. Laut sering dipandang sebagai batas wilayah, bukan sebagai pusat kekuatan nasional.
Buku Geostrategi Maritim Indonesia: Menguatkan Budaya, Mengarahkan Kebijakan, Meneguhkan Ketahanan hadir sebagai refleksi sekaligus tawaran pemikiran tentang pentingnya membangun kembali kesadaran maritim Indonesia. Buku ini mengulas bagaimana budaya maritim menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter bangsa, sekaligus menegaskan bahwa kebijakan kemaritiman tidak dapat dilepaskan dari akar sosial dan historis masyarakat pesisir Nusantara.
Melalui pembahasan yang komprehensif, buku ini menelusuri jejak kejayaan maritim Indonesia dari masa Sriwijaya dan Majapahit, dinamika budaya masyarakat pesisir, hingga tantangan geopolitik dan geoekonomi di era global. Pembaca diajak memahami bagaimana laut memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan nasional, baik dalam aspek ekonomi, politik, sosial budaya, maupun pertahanan keamanan.
Tidak hanya berhenti pada refleksi historis, buku ini juga membahas arah kebijakan maritim Indonesia, visi Poros Maritim Dunia, serta strategi untuk memperkuat daya saing bangsa melalui teknologi, pendidikan, diplomasi, dan inovasi. Berbagai praktik internasional dalam pengelolaan maritim turut dihadirkan sebagai bahan pembelajaran dalam merumuskan arsitektur strategi maritim Indonesia yang adaptif dan berkelanjutan.
Penulis : Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN ENG.
Editor : Prof. Dr. Noengki Prameswari, drg., M.Kes., FICD. | Dr. Okol Sri Suharyo, ST., MT. | Dr. Eko Krisdiono, ST., MT.
Jumlah Halaman : xiv + 204 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm









