Bagaimana mengajarkan fisika modern jika eksperimen yang melahirkannya tidak pernah dapat disaksikan oleh mahasiswa?
Pertanyaan itu dihadapi oleh banyak program studi pendidikan fisika di Indonesia. Interferometer Michelson-Morley menuntut kestabilan yang tinggi. Efek fotolistrik memerlukan tabung foto dan alat ukur arus yang peka, sedangkan pengamatan spektrum atom hidrogen membutuhkan spektrometer serta ketelitian dalam membaca skala. Ketika perangkat itu tidak tersedia, calon guru mempelajari fisika modern hanya dari rumus dan gambar, lalu kelak mengajarkannya kepada siswa dengan cara yang sama.
Buku ini menawarkan jalan keluar yang telah diuji di lapangan. Melalui Model MoPhy-VR, ketiga eksperimen tersebut dihadirkan dalam virtual reality dan ditata menjadi praktikum yang utuh. Model ini mengatur kapan praktikum dilaksanakan dalam kurikulum, membagi setiap sesi ke dalam enam fase, serta membekali dosen dengan cara menghadapi miskonsepsi mahasiswa melalui prediksi, eksplorasi, dan diskusi. Buku ini juga menguraikan apa saja yang perlu disiapkan oleh institusi agar model dapat berjalan dengan baik.
Pembaca diajak mengikuti perjalanan model ini dari gagasan hingga ke ruang kelas. Uraiannya bertolak dari teori perubahan konseptual dan sejarah ketiga eksperimen, kemudian beralih ke rancangan pedagogis dan manajerial, lalu berujung pada penerapannya di empat perguruan tinggi di Sulawesi Selatan yang melibatkan 104 mahasiswa dan 8 dosen. Hasilnya menggembirakan. Pemahaman konsep mahasiswa meningkat di setiap lokasi dan pada setiap topik dengan N-gain sebesar 0,47, dan model ini mendapat penilaian yang sangat baik dari mahasiswa maupun dosen. Buku ini juga terbuka tentang tantangannya. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa kesiapan institusi dan kecakapan dosen dalam memandu pembelajaran sama menentukannya dengan teknologi yang digunakan.
Buku ini ditujukan bagi dosen dan calon guru fisika, pengelola program studi, serta peneliti pendidikan yang ingin memanfaatkan virtual reality dalam pembelajaran fisika. Panduan replikasi dan gambaran biaya penerapan di dalamnya dapat menjadi pegangan bagi institusi yang hendak membangun laboratorium virtualnya sendiri.
Penulis : Prof. Hartono Bancong, Ph.D. | Dr. Dian Pramana Putra, M.Pd. | Nurazmi, S.Pd., M.Pd.
Editor : Ririn Anggraini, S.Kom., M.Kom.
Jumlah Halaman : xvi + 128 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm









