Pernah dengar istilah alutsista, perang hibrida, atau poros maritim? Langsung pusing? Tenang, buku ini bukan untuk jenderal—dan bukan untuk bikin kepala cenat-cenut.
Bukan Buat Jenderal adalah panduan santai (kadang sarkastik) yang mengajak masyarakat umum—ya, kamu yang setiap hari macet, ngopi di pinggir jalan, atau scroll medsos—untuk paham urusan pertahanan tanpa harus pakai seragam loreng.
Dengan analogi warung kopi, cerita nelayan, dan humor segar, buku ini membedah enam topik panas:
- Siapa sebenarnya tetangga besar (AS, China) yang lagi ribut di belakang rumah kita.
- Isi tas tentara Indonesia: ada yang baru, banyak yang bekas, dan lucu-lucu.
- Perang yang tidak meledak-ledak: serangan siber, hoaks, dan musuh yang duduk di kursi nyaman.
- Ribut di laut Natuna, damai di udara—kenapa kapal asing sering “nyasar”?
- Diplomasi jual kacang: bagaimana Indonesia manuver di antara raksasa tanpa jadi musuh.
- Peran kamu: cukup jadi warga yang bijak, tidak mudah panik, dan tahu cara bantu tanpa angkat senjata.
Ditulis dengan bahasa sehari-hari, tanpa catatan kaki membosankan, buku ini cocok untuk mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, bahkan anak SMA yang ingin tahu: “Sebenarnya negara kita aman nggak sih?”
Jawabannya: aman, asal kita semua paham dan ikut jaga. Mulai sekarang.
“Pertahanan itu terlalu penting untuk diserahkan hanya kepada tentara. Dan terlalu seru untuk dilewatkan hanya karena takut rumit.”
Penulis : Prof. Dr. Ir. Aris Sarjito, ASEAN Eng.
Editor : Dr. Editha Praditya Duarte, S.Sos., MIS., MA.
Jumlah Halaman : x + 120 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm









