Dari Senjata Menuju Meja Perundingan : Konflik Internasional dan Diplomasi Pertahanan

 

 

Compare

Rp117,000

Hubungan internasional kontemporer ditandai oleh paradoks yang mencolok. Di satu sisi, perang antar-negara besar relatif lebih jarang terjadi dibandingkan abad ke-20. Namun di sisi lain, ketegangan strategis, rivalitas kekuatan besar, perlombaan senjata, dan konflik bersenjata dalam berbagai bentuk justru semakin kompleks dan tersebar di berbagai penjuru dunia. Dunia memang tidak berada dalam perang total, tetapi juga jauh dari kondisi damai yang stabil. Di ruang ambigu inilah dinamika keamanan global berlangsung, bukan sepenuhnya di medan pertempuran, namun juga tidak sepenuhnya di meja perundingan.

Buku yang kini berada ditangan para pembaca ditulis berdasarkan kegelisahan di atas.  Konflik terbuka bersenjata (perang) merupakan pola interaksi negatif yang terlalu mahal secara politik dan ekonomi,  namun diplomasi tradisional kerap juga tidak cukup kuat untuk mencegahnya. Akibatnya, negara-negara mencari instrumen alternatif yang mampu menjembatani dua kutub ekstrem itu. Instrumen tersebut adalah diplomasi pertahanan, sebuah praktik diplomasi kontemporer yang menggunakan instrumen pertahanan dan institusi pertahanan secara non-koersif untuk mengelola, mencegah, atau meredakan konflik terbuka antarnegara.

Dalam keseluruhan spektrum tersebut, diplomasi pertahanan memainkan peran yang sangat signifikan, terutama pada tahap pencegahan dan manajemen. Melalui transparansi, komunikasi militer, dan pembangunan kepercayaan, diplomasi pertahanan membantu mengurangi risiko salah persepsi yang dapat memicu eskalasi. Dengan demikian, diplomasi pertahanan dapat dipahami sebagai mekanisme transisi yang menghubungkan negative peace, yang bertumpu pada absennya perang, dengan positive peace yang berlandaskan trust dan kerja sama dalam dinamika konflik internasional.

Buku ini membahas bagaimana diplomasi pertahanan dapat dipahami sebagai mekanisme transisi yang menghubungkan negative peace, yang bertumpu pada absennya perang, dengan positive peace yang berlandaskan beragam faktor struktural seperti peningkatan rasa saling percaya (mutual trust) dan kerja sama dalam dinamika hubungan internasional dengan menggunakan beragam studi kasus konflik internasional.

Penulis : Anak Agung Banyu Perwita | Oktaheroe Ramsi | Yermia Hendarwoto | Muhammad Jordan Baresi | Sekar Hesti Suminar | Aloycius Chandra Londong Somalinggi Saleo | Ferditania Estirahayu | Tri Huliyani | Alice Agatha Delfreeta Aritonang | Yuniar Tri Masitoh | Ita Nurjanah | Yohana Meyrida Simamora | Christo Ariel Mario Silaen | Maria Anatasya Sekar Pamungkas | Mallini Anthonia Nahadin | Putri Rahmadhani | Darma Eka Saputra | Nia Norlyanti | Yunizir Iqbal

Editor : Anak Agung Banyu Perwita | Oktaheroe Ramsi | Yermia Hendarwoto | Sekar Hesti Suminar

Jumlah Halaman : xvi + 286 hlm

Ukuran : 15,5 x 23 cm

Category:

Customer Reviews

There are no reviews yet.

Only logged in customers who have purchased this product may leave a review.