Di tengah kompleksitas zaman digital dan dinamika masyarakat multikultural, pendidikan nasional Indonesia memerlukan langkah reset sebuah penyegaran menyeluruh terhadap arah kebijakan, visi, dan pelaksanaannya. Buku ini hadir sebagai tawaran solutif dan reflektif atas berbagai kegagalan sistemik yang selama ini menghambat terwujudnya pendidikan yang adil, berkualitas, dan merata.
Mengintegrasikan hasil analisis kebijakan dengan wawasan teknologi, buku ini menelusuri bagaimana transformasi digital dapat menjadi pintu masuk menuju sistem pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan manusiawi. Namun, transformasi ini bukan sekadar soal digitalisasi infrastruktur, melainkan juga reformasi cara pandang terhadap peserta didik sebagai subjek merdeka yang layak tumbuh dengan keunikannya.
Dengan sentuhan psikologis, buku ini menggarisbawahi pentingnya menghadirkan pendidikan yang memelihara kesejahteraan emosional, motivasi intrinsik, dan rasa percaya diri siswa. Sementara itu, sentuhan religius muncul dalam kesadaran bahwa pendidikan bukan hanya alat negara, tetapi juga amanah Tuhan: iqra’ perintah pertama dalam wahyu adalah fondasi spiritual untuk membangun peradaban belajar yang rahmatan lil ‘alamin.
Buku ini merekomendasikan kebijakan yang tidak hanya responsif terhadap era digital, tapi juga transformatif dalam nilai, berpihak pada yang terpinggirkan, dan menginspirasi lompatan kemajuan. Ia mengajak pembaca pengambil kebijakan, pendidik, peneliti, dan Masyarakat untuk terlibat dalam gerakan bersama menyusun ulang peta jalan pendidikan nasional demi masa depan bangsa yang tercerahkan dan berkeadaban.
Penulis : Eka Prihatin| Deni Kadarsah | Sutangsa | Ratu Dintha IZFS
Editor : Dr. Yayah Rahyasih, M.Pd.
Jumlah Halaman : x + 378 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm









